Wednesday, April 6, 2011

tulisan bebas


   Memanfaatkan Waktu Luang

Kuliah sangat menhabiskan banyak waktu, tenaga, dan pikiran. Jika tidak diantisipasi maka seorang mahasiswa tidak akan mendapat hasil (nilai) yang maksimal. Seorang mahasiswa harus mampu mengatur (manage) waktunya antara kuliah, berorganisasi, dan berinteraksi di lingkungan. berikut adalah beberapa cara mengantisipasi waktu luang di sela kuliah.
1.            Gunakan waktu luang di rumah untuk mempelajari apa yang kurang dimengerti.
2.            Usahakan mengulang kembalai apa yang didapat di kuliah.
3.            Main seperlunya, jika tidak ada dosen usahakan membahas pelajaran.
4.            Gunakan sarana dan prasarana kampus seperti perpustakaan untuk menambah ilmu.
Jangan sampai apa yang kamu kerjakan diluar sana menggangu kuliah kamu.
Sumber : http://irvkusuma.blogspot.com/2011/04/memanfaatkan-waktu-luang.html


Perkuliahan menghabiskan waktu tidak sedikit. Jika sebagai mahasiswa kita tidak memanfaatkan waktu kuliah yang efisien, maka kita sendiri yang akan mendapatkan kerugian. berikut ini adalah beberapa cara agar kuliah kita efisien :
1. Mood - Suasana Hati:
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar atau cara belajar yang sesuai dengan pribadimu.

* waktu: Pilihlah waktu yang tepat untuk belajar anda, yang kira2 anda lebih bisa fokus kepada belajar anda. Entah itu dipagi hari, siang hari, atau malam hari.
* Lingkungan : Lingkungan atau tempat belajar, ini tidak kalah pentingnya karena lingkungan yang bisa membuat mood anda nyaman atau tidak.
* Sikap belajar: Sikap belajar atau cara belajar yang seperti apa yang bisa membuat anda memudahkan dalam proses belajar anda, entah itu dengan menggunakan refrensi, atau membuat catatan ringkas, dll.

Ketiga cara yang diatas, sangat saling mempengaruhi satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan. Ketika
anda telah menemukan performa waktu belajar anda namun lingkungan dan cara belajar kurang begitu mendukung, maka proses belajar anda kurang begitu menghasilkan, begitu juga sebaliknya. Maka diri andalah yang dapat mengetahui kepribadian anda dan bukan orang lain.

2. Understand - Pemahaman:
Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK anda mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.

3. Recall - Ulang:
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang anda buat SENDIRI.

4. Digest - Telaah:
Kembalilah pada unit yang tidak anda mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.

5. Expand - Kembangkan:
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah anda pelajari:

* Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
* Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
* Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?

6. Review - Pelajari Kembali:
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu anad mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.

7. Make sure- Memastikan
Pastikan kembali apa yang sudah anda pelajari akan berguna untuk diri anda serta orang lain. karena syarat dari suatu ilmu memiliki nilai pragmatis (nilai guna)
Sumber :  http://irvkusuma.blogspot.com/2011/04/perkuliahan-menghabiskan-waktu-tidak.html

Kuliah tidak seperti sekolah-sekolah setingkat SMA atau SMP. Dalam berkuliah sangat dibutuhkan banyak biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu kita harus mampu memanfaatkan waktu luang di sela-sela kuliah. Berikut adalah cara agar kita mampu membuka usaha di sela-sela kuliah.


·                     Bulatkan atau yakinkan tekad. Hal ini penting karena kalau hati setengah2 kemungkinan yang terjadi menjalankan usahanya tidak sepenuh hati juga.


·                     Pastikan tujuan utamanya. Hal ini juga penting, karena jika jelas tujuannya apa? akan menjadi motivasi untuk melakukan usaha dengan lebih fokus dan lebih serius.
·                     Tentukan lokasi yang tepat. Untuk lokasi ini salah satunya dengan membidik tempat yang ramai atau berada di jalur padat sehingga sering dilintasi orang.
·                     Perhitungkan biaya. Anggaran yang dimiliki harus benar2 diperhitungkan dengan melakukan estimasi2 sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya hal-hal diluar dugaan atau setidaknya mempunyai gambaran yang jelas terhadap berlangsungnya usaha yang dijalankan.
·                     Keamanan. Merupakan salah satu unsur yang paling penting juga karena harus memperhatikan masalah keamanan terutama premanisme atau yang lebih parah lagi serangan orang-orang yang panjang tangan. Jadi jangan sampai lost productatau adanya bulan-bulanan premanisme menjadi suatu rutinitas yang terjadi.
·                     Siapkan SDM. SDM ini sangat penting, karena menuntut suatu kinerja dan kejujuran dari setiap pekerja maka harus dipersiapkan dengan matang.
·                     Lakukan evaluasi dalam skala waktu tertentu, sehingga dapat mengantisipasi gejala kemungkinan2 yang tidak diharapkan.
·                     Jaga kualitas produk. Yang dijual dan membuat orang tertarik untuk datang lagi adalah produk yang kita berikan.
·                     Jaga pelanggan. Ini sangat penting agar orang mau datang lagi.
·                     Customer care. Pelayanan harus ramah dengan mengusahakan menciptakan interaksi langsung misalnya menyapa, begitu juga dengan karyawan.
·                     Usahakan suasana kondusif. Misalnya karyawan tidak telat dibayarkan gajinya.
·                     Usahakan pelayanan harus tetap berwajah segar dan tidak kuyu, meski ia harus melayani konsumen di tengah kondisi yang kelelahan.
·                     Ciptakan suasana yang ramai. Misalnya saja dengan mengundang relasi/teman, selain itu jangan langsung memberikan diskon yang tinggi tetapi sedikit-sedikit saja. Misalnya bulan pertama berikan diskon 20 persen kemudian tiga bulan kemudian berikan diskon 10 persen hingga 6 bulan berikutnya. Setelah itu, diskon dapat distop. Sebab jangan sampai kita terjebak diskon artinya. orang hanya mau datang kalau ada diskon saja.
·                     Melakukan promosi. Mungkin yang paling sederhana promosi kepada kerabat atau teman dekat serta relasi-relasi yang ada. Selebihnya dapat melalu brosur, plakat dll.
Sumber :  http://irvkusuma.blogspot.com/2011/04/belajar-membuka-usaha-saat-kuliah.html


BAB V DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI FORMAL



DESAIN STURKTURAL ORGANISASI FORMAL

Struktur organisasi formal di susun adalah untuk membantu pencapaian tujuan organisasi dengan lebih efektif. Tujuan organisasi ini akan menentukan struktur organisasi, yaitu  dengan menentukan seluruh tugas pekerjaan, hubungan antar tugas, batas wewenang dan tanggung jawabuntuk menjalankan suatu tugas. Struktur organisasi mempunyai dua muka ; pertama model struktur, dan yang kedua prinsi – prinsip teori organisasi.

STRATEGI DAN STRUKTUR
            Dalam pemilihan suatu strategi dan struktur untuk mengimplementasikan para manajer harus mempertimbangkan pengaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi. Dalam pandangan pertama organisasi adalah reaktif, dan dalam pandangan yang kedua organisasi adalah pro-aktif. Strategi organisasi dipengaruhi oleh berbagai kesempatan dan ancaman dari lingkungan eksternal. Strategi ini pada gilirannya akan mempengaruhi struktur organisasi dan penjelasannya sebagai berikut :
1.      Strategi menentukan kegiatan – kegiatan organisasional.
2.      Strategi mempengaruhi pemilihan teknologi dan orang – orang yg tepat dalam melaksanakannya.
3.      Strategi menentukan lingkungan spesifik dimana organisasi akan beroperasi ; ini juga mempengaruhi struktur.
LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN STRUKTUR
            Dalam pembahasan pengaruh lingkungan pada desain organisasional secara terperinci kita perlu membedakan tiga tipe lingkungan sebagai berikut :
1.      Lingkungan stabil : lingkungan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakan atau tiba – tiba.
2.      Lingkungan berubah : lingkungan dimana inovasi mungkin terjadi dalam setiap atausemua bidang yang telah di sebut.
3.      Lingkungan bergejolak : bila para pesaing melempar produk baru dan tak terduga ke pemasaran, hukum sering diganti, kemajuan teknologi, merubah secara drastik desain produk dan metode _ metode produksi.


ORANG DAN STRUKTUR
            Struktur organisasi juga di pengaruhi secara langsung oleh prefernsi pribadi manajer terhadap berbagai tipe organisasi tertentu, terhadap cara – cara berhubungan dengan para bawahan. Berbagai pengaruh penting lainnya adalah pada struktur dapat berasal dari sikap prbadi manajer terhadap wewenang, perhatian atau ketidakpastiannya terhadap formalitas, dan pengalaman – pemngalaman masa lalu.
            Karyawan dan struktur. Faktor – faktor seperti tingkat pendidikan, latar belakang, derajat minat pada pekerjaan para karyawan, dan ketersediaan berbagai alternatif di luar organisasi merupakan penentu penting struktur organisasi.
PROSES DESAIN ORGANISASI
            Dalam teori, proses desain organisasi dapat mulai dari bawah keatas atau sebaliknya. Tujuan – tujuan ini menjadi dasar dengan mana serangkaian departemen dapat terorganisasi. Dalam pendekatan bawah ke atas, proses – proses dasar organisasi akan di tetapkan terlebih dahulu, dimana hal berarti merumuskan dan menentukan secara simultan teknologi intinya yg di gunakan.
Mkeskipun secara teoritid dapat di jelaskan secara terpisah, manajer lebih sering dihadapkan dengan situasi – situasi dimana semua atau banyak aspek struktur telah di tetapkan. Usaha – usaha perencanaan kembali biasanya hanya menyagkut beberapa bagian struktur, seperti suatu departemen di pindahkan dari wakil direktur satu ke lain.
PENDEKATAN KONTIGENSI DALAM DESAIN ORGANISASI
             Banyak teoritis manajemen dan manajer przaktek yang menyatakan keraguaannya tentang suatu cara yang ideal untuk merancang organisasi. Struktur yang paling cocok bagi organisasi sangat tergantung pada keadaan – keadaan tertentu pada waktu tertentu. Jadi menurut pendekatan kontingesi, tugas manajer dalam desain organisasi adalah menetapkan suatu kesesuaian efektif antara dan variabel – variabel tersebut.
MODEL – MODEL STRUKTUR ORGANISASI
            Struktur organisasi merupakan perwujudan yang menunjukkan hubungan diantara fungsi – fungsi dalam suatu organisasi serta wewenang  dan tanggung jawab setiap anggota organisasi yang menjalanka tugasnya masing – masing.semuanya ini sbenernya hanya jalan lain untuk mengatakan bahwa organisasi dalam kenyataannya tidak berjalan persis seperti yg di rencanakan sebelumnya. Tetapi, organisasi tidak hanya mempunyai kemungkinan bekerja lebih buruk dari pada rancangannya dia atas kertas karena interaksi antara orang – orang dan posisi – posisi mereka,.
            Pandangan akan kenyataan – kenyataan tersebut harus kita pegang dalam menguji anggapan mengenai sikap dan kemampuan manusia yang mendasari munculnya berbagai macam struktur organisasi. Di samping itu struktur dalam lenyataannya tidak sesuai dengan keinginannya sendiri.


DIMENSI – DIMENSI DASAR STRUKTUR ORGANISASI
*PEMBAGIAN KERJA
            Secara ringkas dadapat dinyatakan bahwa pembagian kerja akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi melalui minimisasi ketergantungan pada individu – individu tertentu. Di samping itu, pembagian  kerja mengandung konsejuensi – konsekuensi pada prilaku para karyawan, seperti menurunkan keterlibatan dan kepuasan kerja karyawan, menimbulkan kebosanan karena pekerjaan menjadi monoton, mengakibatkan tingkat keterikatan karyawan lebih rendah dan kehilangan motivasi yang mengarah kepada ketidakefetifan.
BERBAGAI FUNGSI YANG MELEKAT PADA STRUKTUR ORGANISASI
            Pengembangan struktur organisasi formal bersangkutan juga dengan penyusunan hubungan – hubungan yang terjadi dalam struktur. Kegiatan – kegiatan dan hubungan – hubungan sebagai fungsi struktural yang terjadi secara garis besar dapat di perinci sebagai berikut :
            Wewenang adalah hak melakukan sesuatu atau memrintah orang lain untuk melakukan sesuatu. Wewenang ada apabila seorang manajer mempunyai hak untuk memberi perintah kepada bawahannya. Hali ini ada pada di hampir setiap hubungan dimana seseorang mengendalikan orang lain dalam suatu pekerjaan/
            Kekuasaan sering di campur adukan dengan wewenang. Walaupun wewenang dan kekuasaan sering di temui bersamaan, tetapi keduanya berbeda. Dalam peranaannya sebagai pemimpin kekuasaan seorang manajer tampak pada kemampuaan yang menyebabkan bawahan bersedia melakukana sesuatu seperti yang di inginkannya. Jadi kekuasaan itu adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut.
            Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu. Setiap orang dalam organisasi mempunyai tanggung jawab karena setiap orang mempunyai jabatan atau fungsi. Jadi tanggung jawab adalah kewajiban seorang bawahan, yang di beri tugas oleh atasan. Hubungan wewenang dan tanggung jawab ada dimana hubungan atasan dan bawahan terjadi.
            Akuntabilitas adalah fator di luar individu dan perasaan pribadinya. Jadi, seorang karyawan mempunyai tanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya walaupun tidak memeliki perasaan bertanggung jawab.
            Komunikasi dalam organisasi. Struktur organisasi di harapkan menjadi alat utama bagi komunikasi formal ini. Hubungan lini dan staf. Hubungan lini adalah memberikan perintah – perintah atau melaksanakan kegiatan. Hubungan staf adalah memberi bantuan atau nasehat, tetapi tidaki memberi perintah.
            Rentang kendali berapa orang jumlah bawahan yang dapat dikendaliakan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan. Rentang kendali yang luas menunjukan pengendalian yang meliputi jumlah orang yang besar, dan rentang kendali yang sempit menunjukan pengendalian jumlah orang yang sedikti atau kecil.

DEPARTEMENTASI
            Departementasi bersangkutan dengan proses penentuan cara pengelompokan kegiatan organisasi. Departementasi fungsional. Pendekatan fungsional untuk pengelompokan kegiatan organisasi ini mungkin merupakan tipe depertementasi yang paling umum dan luas di gunakan dalam merancang suatu organisasi. Kebaikan utama departementasi fungsional adalah berkaitan dengan aspek positif spesialisai. Departementasi paling cocok untuk lingkungan yang stabil, memerlukan koordinasi internal minimum.
ORGANISASI PROYEK
            Organisasi proyek semakin banyak di gunakan dalam industri dengan teknologi tinggi yang memerlukan perhatian besar terhadap perencanaa, penelitian dan pengendalian dan koordinasi. Bentuk organisasi proyek umum di pkai dalam industri luar angkasa dan juga menjadi semakin luas di gunakan dalam organisasi bisnis, pemerintah, dan militer. Perbedaan paling radikal dengan struktur organisasi klasik adalah adanya hubungan horizontal dan diagonal.
ORGANISASI MATRIKS
            Bila struktur proyek dilapiskan di atas struktur fungsional, hasilnya adalah sebuah matriks. Peranan manajer proyek adalah mengatur waktu, kualitas, dan standar biaya proyek agar sesuai rencana. Walaupun manajer proyek mempunyai banyak wewenang formal. Lebih lanjut, mnajer proyek sering melakukan kegiatan ndengan orang – orang yang bukan menjadi karyawan organisai sperti subkontraktor, penyedia dan langganan. Bentuk organisasi matrik ini akan sangat bermanfaat bila :
1.      Kegiatan mempunyai waktu penyelesaian yang terbatas dan skedul waktu harus di tepati.
2.      Pengendalian biaya merupakan faktor kritis.
3.      Banyak ketrampilan atau keahlian khusus yang membutuhkan koordinasi bagi penyelesaian proyek.
4.      Kegiatan – kegiatan yang di lakukakn banyak yang baru dan balum d kenal para anggota proyek.
ORGANISASI BENTUK BEBAS
            Model bentuk bebas di dasarkan pada pemikiran bahwa maksud di rancangnya suatu organisasi adalah untuk memudahkan manajemen perubahan. Dengan konsep bebas ini tidak ada satu cara pengorganisasian, tetapi struktur di rancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan tertentu pada suatu waktu tertentu. Tipe organisasi bentuk bebas dapat di pandang sebagai perluasan pola disntralisasi.

   

Wednesday, March 2, 2011

tulisan bebas


Tulisab bebas :
1.      Bagaimana kiat belajar di perguruan tinggi?
2.      Apa makna sukses menurut anda ?
3.      Jelaskan pengertian menjadi sarjana membumi ?

JAWAB

1.      Kiat belajar yg baik menurut saya adalah kita harus bisa memanage waktu secara seefesien mungkin. Sehingga mata kuliah yg kita terima dalam kampus, dapat kita resapi atau cerna dengan mudah. Dan hal lain yg tidak kalah penting adalah kita harus selalu hadir di dalam kelas, sebisa mungkin jgn sampai kita bolos. Karena dpt menggangu materi yg akan kita dapat.
2.      Makna sukses menurut saya adalah tujuan yg telah kita inginkan dan telah tercapai dengan hasil keringat kita sendiri. Sukses adalah sebuah hasil pencapaian dari zero to hero.
3.      Yang dimaksud menjadi sarjana membumi adalah sarjana yg telah makan manis asinnya dunia yg membuat dia tetap semangat untuk mencapai hasil yg dia inginkan. Dan walaupun dia telah wafat dia masih di kenang dengan karya – karyanya yang di tinggalkan.

merangkum bab II sampai bab IV

·                 BAB II :  TEORI ORGANISASI KLASIK
Dalam bab ini dan bab – bab selanjutnya, akan di bahas perkembangan teori organisasi dan manajemn dari teori klasik sampai sekarang. Konsep – konsep tentang organisasi sebenarnya telah berkembang mulai tahun 1980-an, dan konsep ini sekarang di kenal sebagai teori klasik atau kadang – kadang disebut juga teori tradisional. Sebagai contoh, organisasi yang didasarkan birokarasi dan banyak bagian lain dari teori klasik, telah ada ribuan tahun yang lalu.
Dalam bab ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai sangat terspesialisasi. Teori klasik memberikan petunjuk “ mekanistik” struktur yang kaku, bukan kreativias. Teori klasik di bagi menjadi tiga aliran yaitu birokrasi, teori administrasi, dan manajemn ilmiah. Kata birokrasi mula – mula berasal dari kata legal – rasional. Weber mengemukakan karakteristik birokrasi adalah sebagai berikut ;
1.      Pembagian kerja yg jelas
2.      Hirarki wewenang yg di rumuskan
3.      Program rasional
4.      Sistem prosedur
5.      Sistem aturan
6.      Hubungan – hubungan antar pribadi
Teori administrasi adalah ilmu bagian kedua dari teori organisasi klasisk. Foyal menyatakan bahwa semua kegiatan industrial dapat dibagi menjadi enam kelompok yaitu :
1.      Kegiatan teknikal
2.      Kegiatan komersial
3.      Kegiatan finansial
4.      Kegiatan keamanan
5.      Kegiatan akuntansi
6.      Kegiatan manajerial












Fayol juga mengemukakan dan membahas empat belas kaidah manajemen yg menjadi dasar perkembangan teori administrasi yang di ringkas sebagai beruikut :
1.      Pembagian kerja
2.      Wewenang dan tanggung jawab
3.      Disiplin
4.      Kesatuan perintah
5.      Kesatuan pengarahan
6.      Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi
7.      Balas jasa
8.      Sentralisasi
9.      Rantai skalar
10.  Aturan
11.  Keadilan
12.  Kelanggengan personalia
13.  Inisiatif
14.  Semangat korps
Disamping itu Fayol memerinci fungsi kegiatan administratif menjadi elemen – elemen yaitu planning, organizing, commanding, coordination, controling.
            Teori klasik hampir sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Adapun definisi oraganisasi formal sebagai berikut :
1.      Sistem kegiatan yg terkoordinasi
2.      Kelompok orang
3.      Kerjasama untuk mencapai tujuan
Dasar – dasar organisasi menurut teori klasik ada empat yaitu kekuasaan, saling melayani, doktrin dan disiplin.

·         BAB III TEORI ORGANISASI NEO KLASIK
Seperti terkandung dalam namanya, teori ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori klasik sebenarnya bukan merupakan teori baru yang muncul seperti teori klasik. Lebih lanjut, pendekatan neo klasik mencakup uraian sistematis organisasi informal, dan pengaruhnya pada organisasi formal. Oleh karena itu teori ini mengemukakan perlunya partisipasi, perluasan kerja ndan management bottom up.
Pandangan neoklasik terhadap organisasi informal faktor yg dapat menentukan munculnya organisasi informal adalah lokasi, jenis pekerjaan, minat, masalah – masalah khusus. Selama pendekatan menghadpi organisasi informal di pusatkan pada manajemen, cukup beralasan untuk memperkirakan bahwa standar dan norma – norma kelompok informal daoat menyebabkan tidak jalannya kebijaksanaan organisasi informal.



* BAB IV TEORI MODERN
Aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen adalah teori modern. Organisasi dan lingkungannya adalah saling tergantung, masing – masing tergantung pada yang lain sumber. Teori modern itu sendiri memiliki arti multidisplin dengan sumbangan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Teori organisasi dan manajemen modern di kembangkan sejak tahun 1950. Teori modern dalam banyak hal mendasar berbeda dengan teori klasik. Pertama, teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan teori modern menekankan pada perpaduan sintetis dan perancangan, menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yg menyeluruh.
Kedua, ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koordinasi, skalar dan vertikal. Teori neoklasik sebenarnya bukan teori, mengubah teori klasik dengan menekankan pentingnya aspek perilaku manusia dalam organisasi. Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umum memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep – konsep yang lebih maju. Teori sistem umum merupakan aspek analisis organisasi usaha untuk mengemukakan kaidah – kaidah umum organisasi yg berlaku universal. Tujuan teori sistem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen – elemen dan proses umum seluruh sistem sebagai titik awal.
Ada beberapa tingkatan sistem yg harus di integrasikan, Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat sistem sebagai berikut :
1.      Struktur statik
2.      Sistem dinamik sederhana
3.      Sistem sibernetik
4.      Sistem terbuka
5.      Sistem genetika sosial
6.      Sistem hewani
7.      Sistem manusiawi
8.      Sistem sosial
9.      Sistem transedential
Proses – proses hubungan dalam sistem. Ketiga proses tersebut adalah komunikasi,        berusaha untuk mencapai keseimbangan dan pengambilan keputusan. Tujuan – tujuan organisasi mempunyai tiga tujuan yang saling berhubungan, sperti dalam kasus berbagai sistem kompleks atau hasil akhir saling tergantung. Tujuan itu adalah pertumbuhan, stabilitas dan interaksi.
Berikut ini adalah pendekatan – pendekatan manajemen yaitu proses, perilaku, kuantitatif, sistem dan situasional.